Perceraian Islam

Perceraian dalam Agama Islam

Perceraian, sudah tidak asing lagi bila hal ini dibahas dalam individu yang sudah dewasa, sebab banyak terjadi pada seorang yang sudah menikah.

Pengadilan Negri Perceraian Katolik
Pengadilan Agama – Perceraian Islam di lakukan di sini.

Bila pernikahan sangat disukai oleh Allah dan bahkan hampir diinginkan oleh semua individu berbeda dengan perceraian, Perceraian memang tidak diharamkan dalam agama tetapi pernikahan ini adalah tindakan yang dibenci oleh Alloh SWT.

Tak hanya dibenci oleh Allah yang namanya perceraian pasti akan menyakiti salah satu dari kedua belah pihak itu, belum lagi bila saat perceraian sudah memiliki anak dan anak itu masih kecil. Pasti anak juga akan ikut sedih bila anak itu sudah cukup paham, terkecuali anak itu masih dibawah umur 10 tahun. Kemungkinan anak belum mengerti. Tetapi jika anak sudah mengerti justru akan membuat anak ini ikutan menjadi sedih.

Perceraian dalam islam atau bisa juga disebut talak adalah pemutusan hubungan suami istri dari hubungan pernikahan yang sah menurut aturan agama Islam dan negara. Perceraian dianggap sebagai cara terakhir yang bisa diambil oleh pasangan suami istri untuk menyelesaikan masalah yang mungkin mereka miliki.

Perceraian berdasarkan Al Quran : Islam telah mengatur segala sesuatu dalam al Quran. Tidak hanya aturan dalam beribadah, seperti sholat, zakat, puasa, haji dan lain-lain, Islam juga memberi aturan pada manusia dalam kehidupannya bersosialisasi. Bahkan, Al Quran juga mengatur adab dan aturan dalam berumah tangga, termasuk bagaimana jika ada masalah yang tak terselesaikan dalam rumah tangga tersebut. Islam memang mengizinkan perceraian, tapi Allah membenci perceraian itu. Itu artinya, bercerai adalah pilihan terakhir bagi pasangan suami istri ketika memang tidak ada lagi jalan keluar lainnya.

Dalam surat Al Baqarah ayat 227 disebutkan, “Dan jika mereka berketetapan hati hendak menceraikan, maka sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” Ayat tentang hukum perceraian ini berlanjut pada ayat 228 sampai ayat 232.

Dalam ayat-ayat surat Al Baqarah di atas, diterangkan aturan-aturan mengenai hukum talak, masa iddah bagi istri, hingga aturan bagi wanita yang sedang dalam masa iddahnya. Dari sini kita bisa mengetahui bahwa agama Islam memberi aturan yang sangat lengkap tentang hukum perceraian. Tentu saja aturan-aturan ini sangat memperhatikan kemaslahatan pihak suami dan istri dan mencegah adanya kerugian di salah satu pihak.